Thursday, April 26, 2007
ke-powerfull-an apa ketololan sebuah grup media?
siaran tersebut aslinya disiarin pada dinihari di rcti. siaran pertandingan tersebut gagal ditanyagin on time dengan alasan permasalahan cuaca. sehingga siaran tidak bisa diterima dari satelit.
selama belom berhasil ditayangkan, rcti menayangkan iklan, iklan, dan iklan, lalu kembali menyiarkan obrolan gak jelas komentator dan pembawa acara ricky jo. yang ujung ujungnya nyiarin pertandingan manchester united 7 - 1 as roma. dimana gue sempet kecele, gue sangka pertandingan manchester united - ac milan yang telat ditayangin. soalnya sama sekali gak ada info apapun di tivi. ketika melihat totti baru tersadarlah gue ..
jelas jelas ini ngeselin banget. udah bangun tengah dinihari, eh ternyata gagal nonton live nya, apalagi pake dapet sms bahwa skor sudah 1 - 1.
ok.. ok.. udah gratisan pake ngomel lagi.. ok...lupain,
ketika berhasil mendapatkan gambar live nya, babak pertama sudah menujukkan menit 40-an. dan berhasil ditayangkan sampe selesai.
nah ketika tadi malem ngeliat globaltv.
"weh disiarin re-runnya di sini..," pikir gue dengan senang.
tapi harapan gue yang tadi bagus, tiba tiba langsung down, karena yang disiarin tetebh: iklan, obrolan komentator dan pertandingannya tetep disiarin menit 40-an
buwh. apa gunanya!
gue kirain bakal nayangin dari menit ke 1.
entahlah, ketololan globaltv sehingga mau nayangin ulang siaran tersebut, apa karena mereka harus tunduk kemauan mnc groupnya.
Thursday, April 05, 2007
Minimum info on Champions League
It only display player name and how far he is been running on the field.
stupid statistic display!
And because only minimum info that display on the match. RCTI easily manipulate (edit) the delay show.
Even RCTI wasn't sayin that they airing a delay show.
It just said 'live' on their bumper advertising.
Wednesday, January 31, 2007
Bubarkan PSSI
Akhirnya mendagri mengizinkan penggunaan apbd untuk team sepakbola di daerahnya untuk mengikuti liga indonesia 2007.[1]
Awalnya pssi mensyaratkan bahwa team yang mengikuti liga indonesia 2007 adalah team profesional, yaitu didanai bukan dari pemerintah (daerah). [2]
Sementara itu pssi bikin peraturan juga ga mikir, soalnya 97% dari team sepakbola yang ikut liga sebelumnya sumber dananya adalah dari apbd.
alih alih menyuruh team yang bernaung dibawahnya untuk menjadi profesional, seharusnya pssi menjadi lembaga yang profesional dulu.
Pssi sekarang ini dikendalikan oleh orang orang yang berjiwa birokrat yang sok demokrasi.
Pembuatan fungsi/badan untuk menangani hal hal yang berkaitan dengan disiplin malah bisa dibilang jadi gak guna.
contoh terakhir adalah mengenai hukuman persebaya[3]
hukuman persebaya dimentahkan oleh ketua pssi nya sendiri dengan seenak perutnya mengganti hukuman yang sudah dijatuhkan kepada team yang terbukti bersalah, bahkan walopun sudah melalui proses banding dan mendapatkan hukuman yang juga tidak ringan, eh tau tau dengan nyantai nya nurdin halid menghapus hukuman yang sudah dijatohi.
yang tadinya hukuman tanding tidak dikandang untuk persebaya, yang kemudian dikurangi menjadi bertanding tanpa pendukung oleh badan banding, eh nurdin halid mengubah menjadi hukuman uang.
uang dianggap bisa menghukum... Dasar bisnismen, uang aja yang ada diotaknya.
Ada satu kejadian lagi, dimana team juara liga 2006(5?) gagal bertanding di asia karena telat didaftarin oleh seorang petinggi pssi.
Hanya karena alasan sepele banyak yang harus dikorbankan.
Dan banyak permasalahan lain, karena ketidakprofesionalnya pssi, misalnya dengan masalah supporter yang selalu beluber sampe pinggir lapangan, masalah ketidak tegasan wasit, masalah pembagian wilayah bertanding, dll, dll..
orang itu belajar emang ada ujiannya, tapi kalo ujiannya gak pernah lulus, ya tinggal kelas aja selamanya.
Jadi bubarkan saja lah pssi...!
Apakah dengan begitu akan memperbaiki situasi persepakbolaan indonesia?
jawabannya sih belum tentu. But at least ada hal baru yang dicoba dengan orangorang baru dan pemikiran baru.